Diposting pada

The Red Turtle (2016) BluRay

Dilihat: 10 views

The Red Turtle
(2016)

Quality: BRRip

[icon name=”calendar” class=”” unprefixed_class=””]
Released
20 January 2017 (USA)
[icon name=”flag-o” class=”” unprefixed_class=””]
Country
France | Belgium | Japan
[icon name=”language” class=”” unprefixed_class=””]
Language
None
[icon name=”film” class=”” unprefixed_class=””]
Genres
Animation | Adventure
[icon name=”user” class=”” unprefixed_class=””]
Director
Michael Dudok de Wit
[icon name=”user-circle-o” class=”” unprefixed_class=””]
Writer
n/a
[icon name=”users” class=”” unprefixed_class=””]
Starcast
Michael Dudok de Wit (story), Pascale Ferran (screenplay) | 1 more credit »
[icon name=”imdb” class=”” unprefixed_class=””]
Rating
The Red Turtle (2016) on IMDb
Review:

Father and Daughter tidak hanya menjadi animasi terpanjang yang pernah dibuat animator Belanda Michaël Dudok de Wit namun juga berhasil meraih penghargaan tertinggi di ajang Oscar di kategori animasi pendek terbaik 2011 silam sekaligus menjadi batu pijakan buat dirinya untuk kemudian dipercaya menangani animasi panjang dan besar pertamanya yang diberi tajuk The Red Turtle.

The Red Turtle a.k.a La Tortue Rouge sendiri jelas bukan animasi sembarangan, ada nama besar Studio Ghibli, si raksasa animasi Asia di belakangnya. Meski punya pengaruh besar, Ghibli tampak mempercayakan segalanya pada de Wit, termasuk bagaimana The Red Turtle dihadirkan dengan pendekatan ala de Wit yang begitu sederhana dan terasa begitu Eropa (lihat desain karakternya) termasuk kamu tidak akan mendengar satu dialog pun terucap di di 80 menit durasinya. Tetapi bukan berarti pengaruh Ghibli tidak ada sama sekali, unsur fantasi kemudian diselipkan ke dalamnya untuk menjadikan The Red Turtle terasa lebih magical.
Narasinya pun sama sederhananya, cerita tentang seorang laki-laki yang terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Usahanya untuk bisa keluar dari sana beberapa kali kandas ketika rakit bambu yang susah payah dibuatnya selalu dihancurkan oleh seekor penyu merah misterius.
Premisnya mungkin akan terasa lebih cocok dibuatkan dalam animasi pendek dengan durasi 10 menitan, tetapi percayalah, di sini de Wit masih mampu memanjangkan konsep sederhana The Red Turtle menjadi tontonan animasi panjang tanpa harus terasa memaksakan diri. Ya, sangat bagus bagaimana de Wit membuat The Red Turtle menjadi sebuah pengalaman emosional tanpa harus terasa berlebihan memanfaatkan elemen fantasinya, sebaliknya ia berhasil membawa animasi yang tayang perdana di ajang Cannes kemarin ini dari kisah bertahan hidupnya menjadi lebih dongeng indah yang terasa lebih surreal, lebih puitis dan entah bagaimana bisa berakhir begitu emosional.
Kesederhanaan animasi dan premisnya berpadu padan dengan sangat cantik dengan tema relasi antara manusia dengan alam. Sebuah alegori tentang rumah kemudian muncul bersamaan dengan kehadiran si penyu merah, rumah yang di mana bukan hanya sekedar bangunan tempat tinggal namun di mana kita bisa merasa nyaman menghabiskan waktu yang lama bersama orang terkasih, tempat di mana kita dibutuhkan. Ya, menarik memang bagaimana de Wit menyulap tema bertahan hidupnya menjadi drama yang lebih personal, penonton kemudian diajak melihat bagaimana kehidupan laki-laki itu di sana dengan selipan romansa, bagaimana ia kemudian menyesuaikan diri dengan alam dan sekitarnya serta belajar tentang hidup dan cinta.
Untuk animasi dengan durasi 80 menit The Red Turtle berjalan pelan dan sunyi. Susah mengatakan bahwa ini adalah sajian animasi yang pantas buat penonton kecil yang bisa dipastikan akan susah untuk bisa mengerti pesannya yang dalam, belum lagi kualitas animasinya yang jelas kalah kelas dibanding koleganya yang hadir di tahun yang sama macam Moana, Zootopia atau Kubo and the Two Strings, meski sebenarnya pendekatan animasi sederhana dan tradisional de Wit jelas tidak buruk.
Namun bagi mereka yang mencari sajian animasi dengan konsep lebih dewasa, The Red Turtle jelas adalah pilihan yang tepat. Ketiadaan dialog digantikan dengan suara-suara alam yang menyejukkan, penonton lebih diajak sebagai pengamat yang kemudian merenungi segala momen yang terjadi karena terkadang bahasa visual itu terasa universal, ia bisa lebih banyak berbicara ketimbang kata-kata dan yang terpenting adalah bagaimana de Wit berhasil menghadirkan emosi hanya melalui gerak dan gerik serta permainan mimik wajah.
Sumber



[icon name=”file” class=”” unprefixed_class=””]
File
Format
MP4 AVI
[icon name=”video-camera” class=”” unprefixed_class=””]
Codec ID
AVC
(H.264)
MPEG-4
XVID)
[icon name=”audio-description” class=”” unprefixed_class=””]
Audio
AAC
(Stereo)
Mp3
(Mono)
[icon name=”arrows-h” class=”” unprefixed_class=””]
Width
720
500
[icon name=”arrows-v” class=”” unprefixed_class=””]
Height
408
288
[icon name=”clock-o” class=”” unprefixed_class=””]
Duration
1:20:49 1:20:49
[icon name=”arrows-alt” class=”” unprefixed_class=””]
File
Size
244 mb 161 mb
[icon name=”fa-picture-o ” class=”” unprefixed_class=””]
SS
[icon name=”download” class=”” unprefixed_class=””]
Downloads
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] OL MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UC MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] PU MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] CU MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] SF MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UF MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] TF MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UP MP4 AVI

Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB klik!
Download Subtitle
Subtitle: NO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *