Diposting pada

xXx: Return of Xander Cage (2017) HDCAM

Dilihat: 32 views

xXx: Return of Xander Cage
(2017)

Quality: HDCAM

[icon name=”calendar” class=”” unprefixed_class=””]
Released
18 January 2017 (Indonesia)
[icon name=”flag-o” class=”” unprefixed_class=””]
Country
USA
[icon name=”language” class=”” unprefixed_class=””]
Language
English
[icon name=”film” class=”” unprefixed_class=””]
Genres
Action | Adventure | Thriller
[icon name=”user” class=”” unprefixed_class=””]
Director
D.J. Caruso
[icon name=”user-circle-o” class=”” unprefixed_class=””]
Writers
Rich Wilkes (based on characters created by), F. Scott Frazier
[icon name=”users” class=”” unprefixed_class=””]
Starcast
Vin Diesel, Donnie Yen, Deepika Padukone | See full cast & crew »
[icon name=”imdb” class=”” unprefixed_class=””]
Rating
xXx: Return of Xander Cage (2017) on IMDb
Review:

Xander Cage, atlet olahraga ekstrem legendaris yang juga agen super dari proyek rahasia NSA itu akhirnya benar-benar kembali setelah 15 tahun lamanya sejak film pertamanya dibuat. Seperti judulnya, Return of Xander Cage, jadi kamu tidak akan menemukan lagi versi kw-2 agen xXx dalam wujud Darius Stone yang menggelikan itu, anggap saja State of the Union itu tidak pernah ada, oke?

Karena Xander Cage sudah kembali, kematiannya yang diceritakan dalam State of the Union ternyata hanya sekedar tipuan agar dirinya bisa hidup bebas lagi tanpa harus berurusan dengan Augustus Eugene Gibbons (Samuel L. Jackson) dan NSA-nya. Namun sebuah tragedi yang disebabkan oleh teknologi pengendali satelit, Pandora’s Box membuat para petinggi CIA pimpinan Jane Marke (Toni Collette) harus mencari keberadaan Cage guna mengambil kembali Pandora’s Box yang jatuh ke tangan kelompok kriminal internasional yang dikomandoi oleh Xiang (Donnie Yen).
Senang rasanya Vin Diesel akhirnya memutuskan untuk meneruskan kembali salah satu peran ikonisnya selain sebagai Dominic Toreto di franchise Fast & Furious dan Richard B. Riddick dalam The Chronicles of Riddick . Karena alasan mengapa seri pertama dan kedua bisa berbanding terbalik seperti langit dan bumi adalah karena ada atau tidaknya Diesel di sana. Tetapi jujur saja, meski sang jagoan telah kembali, secara keseluruhan Return of Xander Cage adalah sebuah kekecewaan.
“Kick some ass, get the girl, and try to look dope while you do it.” Return of Xander Cage sepertinya benar-benar menjalankan apa yang sudah dikatakan karakter Gibbons kepada Cage di akhir film. Ya, ini jelas adalah sajian aksi spionase yang “kick ass” dipenuhi banyak bikini dan paras-paras cantik di mana setiap karakter di dalamnya berusaha keras untuk terlihat keren dalam melakukan setiap aksinya, masalahnya itu tidak cukup untuk membuat Return of Xander Cage bisa naik kelas dibandingkan film pertamanya, meski tidak sampai seburuk State of the Union, namun ini jelas adalah sebuah penurunan.
Tidak dipungkiri Return of Xander Cage akan memuaskan para fansnya yang tidak berharap macam-macam selain menanti kembalinya si plontos Diesel dengan suara beratnya serta otot yang lebih besar dan tato palsu yang lebih banyak. Plotnya tentu saja bukan masalah besar, cerita tentang patriotisme ala Amerika, menyelamatkan dunia, skateboard, CIA, bla…bla…memang sangat dangkal dan cheesy, namun bukan naskah kualitas Oscar yang dicari penontonnya di sini, tetapi bagaimana sang hero menghajar lawan-lawannya dengan keren itu yang jauh lebih penting. Harus diakui skala kerusakan yang dihadirkan Return of Xander Cage memang lebih besar dan lebih banyak ketimbang pendahulunya.
Ada banyak kehancuran di sana sini yang dikemas dengan efektif oleh sutradara D.J. Caruso (I Am Number Four, Eagle Eye) tentu saja lengkap dengan segala aksi ekstrem dari si adrenaline junkie, mulai dari berski ria di hutan Brasil, bersurfing ria dengan sepeda motor modifikasi di Filipina sampai aksi terjun bebas dari atas pesawat tanpa parasut lengkap dengan segala ledakan dan desingan peluru yang berisik. Masalahnya, meski terlihat keren dan heboh, susah untuk mengatakan bahwa Caruso tidak melecehkan intelegensia penontonnya dengan menabarak semua teori-teori fisika, bahkan yang paling dasar sekalipun. Ini bukan film superhero di mana karakternya bisa jatuh seenaknya dari ketinggian luar biasa tanpa cedera sedikitpun dan masih bisa terus tersenyum dan beraksi, bahkan seorang James Bond saja mungkin akan tewas mengenaskan jika melompat dari menara pemancar setinggi itu tanpa bantuan apapun. Susah untuk benar-benar bisa menerima segala kebodohan yang dihadirkan Caruso di sini, meski kamu sudah membuang segala logikamu ke tempat sampah. Tidak seperti film pertamanya yang benar-benar menghadirkan semangat olahraga ekstrem yang liar dan mendebarkan, Return of Xander Cage terlihat terlalu di poles dengan segala koreografi yang membuatnya malah terlihat berlebihan.
Satu hal lagi yang mengecewakan adalah bagaimana Caruso membuat ensemble cast dengan segala pesonanya yang luar biasa menjadi sekelompok badut yang seperti berlomba-lomba untuk terlihat keren. Kecuali Diesel yang masih tampil kokoh dan perkasa sebagai Xander Cage, tetapi jelas bukan debut mengenaskan dari bintang Bollywood, Deepika Padukone ketika Caruso hanya menjadikan karakternya tidak lebih dari menjual pesona lengkap dengan sepatu hak tinggi, rok mini dan karakterisasi kelas teri, bahkan penampilan Ruby Rose sebagai Adele Wolff masih terlihat lebih oke. Sementara Donnie Yen tampil menjadi Donnie Yen kita kenal, kharismatik, jago berkelahi dengan kungfu Wing Chun kebanggaannya. Toni Collette yang tampil cukup baik sebagai agen CIA yang menjengkelkan. Untuk cast lain tidak berkomentar banyak, bintang aksi Thailand, Tony Jaa tampil seburuk dan sekonyol rambutnya, mantan anggota EXO, Kris Wu adalah cast yang paling tidak jelas di sini, bintang Game of Thrones, Rory McCann dengan karakter yang sebenarnya berpotensi tidak pernah dimaksimalkan.
Sumber



[icon name=”file” class=”” unprefixed_class=””]
File
Format
MP4 AVI
[icon name=”eye” class=”” unprefixed_class=””]
Quality

HDCAM
HDCAM
[icon name=”video-camera” class=”” unprefixed_class=””]
Codec ID
AVC
(H.264)
MPEG-4
XVID)
[icon name=”audio-description” class=”” unprefixed_class=””]
Audio
AAC
(Stereo)
Mp3
(Mono)
[icon name=”arrows-h” class=”” unprefixed_class=””]
Width
720
500
[icon name=”arrows-v” class=”” unprefixed_class=””]
Height
280
260
[icon name=”clock-o” class=”” unprefixed_class=””]
Duration
1:39:26 1:39:26
[icon name=”arrows-alt” class=”” unprefixed_class=””]
File
Size
256 mb 198 mb
[icon name=”fa-picture-o ” class=”” unprefixed_class=””]
SS
[icon name=”download” class=”” unprefixed_class=””]
Downloads
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UC MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] TF MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] PU MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] CU MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UF MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UI MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] SF MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UP MP4 AVI

Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB klik!
Subtitle: hdcam.xxxreturn.2017.zip | More
Bahasa: Indonesia
Format: SUB & SRT
Subtitle By: ATHAN000

29 pemikiran pada “xXx: Return of Xander Cage (2017) HDCAM”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *