Diposting pada

The Boxtrolls (2014) BluRay

Dilihat: 6 views

The Boxtrolls
(2014)

Quality: BRRip

[icon name=”calendar” class=”” unprefixed_class=””]
Released
26 September 2014 (USA)
[icon name=”flag-o” class=”” unprefixed_class=””]
Country
USA
[icon name=”language” class=”” unprefixed_class=””]
Language
English
[icon name=”film” class=”” unprefixed_class=””]
Genres
Animation | Adventure | Comedy | Family
[icon name=”user” class=”” unprefixed_class=””]
Directors
Graham Annable, Anthony Stacchi
[icon name=”user-circle-o” class=”” unprefixed_class=””]
Writers
Irena Brignull (screenplay), Adam Pava (screenplay) | 4 more credits »
[icon name=”users” class=”” unprefixed_class=””]
Starcast
Ben Kingsley, Jared Harris, Nick Frost | See full cast & crew »
[icon name=”imdb” class=”” unprefixed_class=””]
Rating
The Boxtrolls (2014) on IMDb
Review:

Beberapa tahun yang lalu Laika menjadi sebuah kejutan ketika kolaborasi mereka dengan Tim Burton menghasilkan sebuah animasi yang berani bermain dengan tema gelap, Corpse Bride, yang saat itu berhasil masuk nominasi Oscar. Ternyata mereka tidak menjadi sensasi sesaat, karena studio animasi stop-motion ini berhasil mengulang kesuksesan yang sama dengan dua karya mereka selanjutnya, Coraline dan ParaNorman. The Boxtrolls?

Di sebuah kota kecil White Hats ada sebuah mitos yang menyebutkan bahwa dibawah kota tersebut ada sekumpulan makhluk kecil yang dipercaya menjadi masalah karena berupaya meneror para warga. Walikota Lord Portley-Rind (Jared Harris) bahkan telah menyewa Archibald Snatcher (Ben Kingsley) untuk memusnahkan makhluk tadi. Tapi muncul perlawanan, yang celakanya datang dari dua remaja, Winnie Portley-Rind (Elle Fanning), dan juga Eggs (Isaac Hempstead-Wright), anak laki-laki yang ternyata dibesarkan oleh para Boxtrolls.
Kita teringat Ernest & Celestine diawal film ini, dunia atas melawan dunia bawah dengan tema dan juga pesan yang mirip. Tapi masalahnya The Boxtrolls tidak punya apa yang dimiliki oleh kisah tikus dan beruang itu, cerita sederhana tentang isu coexist yang dibanjiri dengan pesona memikat. Hal tersebut terasa lemah, Graham Annable dan Anthony Stacchi seperti berupaya untuk memberikan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan dua film pertama dari studio ini, tapi sayangnya tidak terasa segar, masih dengan keberanian menggunakan cerita yang berat, Laika tampak bingung pada inovasi apa lagi yang harus mereka berikan.
Sulit sih untuk mengatakan ini buruk, karena dengan bagian teknis yang kembali memberikan kualitas yang memuaskan, gerakan dari karakter yang sangat mudah membuat penontonya tersenyum ketika menyaksikan mereka berdansa hingga aksi kejar-kejaran, mereka juga masih mampu membuat modifikasi pada pattern cerita yang serupa dengan apa yang pernah mereka tampilkan di Coraline dan ParaNorman, petualangan dipenuhi komedi yang terasa manis dan asam penuh unsur cheesy yang tidak menjengkelkan. Masalah The Boxtrolls itu ketika Laika mencoba untuk menciptakan karakter yang, iconic, sebut saja seperti pada Minions di Despicable Me.
Karakter menjadi masalah disini, mereka sering banget terasa mencoba terlalu keras untuk lucu tapi tidak punya pesona yang kuat dan ketika kamu punya cerita yang menarik tapi juga ditemani dengan karakter yang menjemukan dan sering menjadi sumber on dan off nya irama penceritaan, itu yang menjengkelkan. Dan itu juga terasa kontradiktif, karena karakter seperti di set untuk tampil konyol untuk menarik minat penonton muda dengan kenakalan visual yang memang indah itu, tapi tanpa mengikutsertakan daya tarik dan juga pesona yang membuat mereka tinggal lama di ingatan dan menjadi sosok baru yang di kagumi oleh penontonnya.
Laika perlu memikirkan sesuatu yang bukan hanya baru tapi juga terasa segar. Itu yang kurang di The Boxtrolls, pekerjaan teknis stop-motion yang masih sama menariknya seperti pekerjaan mereka yang terdahulu, tapi kurang mampunya mereka menciptakan karakter yang menarik lalu mengubur potensi film ini untuk mengulangi kesuksesan Laika sebelumnya, animasi klasik yang sederhana, lucu, dan mempesona. Jelas animasi yang menghibur, tapi bukan yang terbaik.
Sumber



[icon name=”file” class=”” unprefixed_class=””]
File
Format
MP4 AVI
[icon name=”eye” class=”” unprefixed_class=””]
Quality

BluRay
BluRay
[icon name=”video-camera” class=”” unprefixed_class=””]
Codec ID
AVC
(H.264)
MPEG-4
XVID)
[icon name=”audio-description” class=”” unprefixed_class=””]
Audio
AAC
(Stereo)
Mp3
(Mono)
[icon name=”arrows-h” class=”” unprefixed_class=””]
Width
720
500
[icon name=”arrows-v” class=”” unprefixed_class=””]
Height
408
288
[icon name=”clock-o” class=”” unprefixed_class=””]
Duration
1:36:09 1:36:09
[icon name=”arrows-alt” class=”” unprefixed_class=””]
File
Size
317 mb 191 mb
[icon name=”fa-picture-o ” class=”” unprefixed_class=””]
SS
[icon name=”download” class=”” unprefixed_class=””]
Downloads
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UC MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] TF MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] PU MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] CU MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UF MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UI MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] SF MP4 AVI
[icon name=”caret-right” class=”” unprefixed_class=””] UP MP4 AVI

Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB klik!
Subtitle: br.theboxtrolls.2014.zip | More
Bahasa: Indonesia
Format: SUB & SRT
Subtitle By: Jokomania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *