Diposting pada

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (2001) EXTENDED BluRay

Kualitas: , Tahun: Dilihat: 18 views

The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring
(2001)

Quality: BRRip
the-fellowship-of-the-rin.jpg
Released
Country New Zealand | USA
Language
English | Sindarin
Genre
Action | Adventure | Fantasy
Director
Peter Jackson
Writers
J.R.R. Tolkien (novel), Fran Walsh (screenplay), 2 more credits »
Starcast Elijah Wood, Ian McKellen, Orlando Bloom | See full cast and crew »
Rating
imdb_icon.gif 8.8/10
Ratings: 8,8/10 from 902.781 users   Metascore: 92/100
Reviews: 4.941 user | 288 critic | 34 from Metacritic.com

Review:

Shire, sebuah perkampungan bangsa hobbit yang hijau dan damai ini menjadi saksi awal kisah tentang petualangan hebat seorang pembawa cincin dan para pengikutnya dalam setting middle-earth ini bermula. Adalah Frodo Baggins (Elijah Wood), seorang hobbit kecil yang mendapatkan kehormatan mengemban tanggung jawab maha besar membawa ‘One Ring’ milik sang penguasa kegelapan, Sauron untuk dihancurkan di kawah Mount Doom, Mordor sebelum semuanya terlambat.
Ya, ini adalah tugas yang berat, namun untungnya Frodo tidak melakukan perjalan berbahayanya seorang diri, ada kawan-kawannya, Sam (Sean Astin), Merry (Dominic Monaghan) dan Pippin (Billy Boyd) sesesama bangsa hobbit yang menemaninya, plus kehadiran Gandalf the Grey (Ian McKellen) sang penyihir bijaksana, Legolas (Orlando Bloom) si Peri, Gimli (John-Rhys Davies) dari bangsa kurcaci, serta Aaragon (Viggo Mortensen) keturunan Isildur dan Boromir (Sean Bean) putra Gondor dari ras manusia, ya untuk kedua kalinya setelah 2500 tahun seluruh ras kembali bersatu, bahu membahu mencegah ambisi the Dark Lord, Sauron menguasai jagad middle earth untuk kedua kalinya.
14 tahun lalu, tepatnya pada Agustus 1997 ketika Peter Jackson bersama visual effects art director sekaligus sahabatnya Christian Rivers memulai mengerjakan stroyboard proyek ambisiusnya, trilogi Lord of The Ring, mungkin tidak ada seorangpun yang pernah menyangka bahwa nantinya sutradara Braindead ini akan menghasilkan salah satu franchise terdahsyat dalam sejarah perfilman dunia yang bahkan popularitasnya mampu menandingi kedigdayaan Star Wars sekalipun, apalagi waktu itu Jackson baru saja vakum 5 tahun paska film terakhirnya, The Frighteners.
Jackson tidak hanya sukses ‘menyulap’ budget US$ 93 juta dollar yang digelontrorkan kepadanya menjadi perolehan box-office fantastis sebesar US$ 870 juta dalam peredarannya di seluruh dunia, namun juga mampu memuaskan para kritikus dan penggemar novelnya dengan sajian epik fantasy-adventure memukau, termasuk memenangkan 4 Oscar dan 5 penghargaan BAFTA, bahkan J. R. R. Tolkien akan tersenyum lebar di kuburnya melihat bagaimana Jackson memoles kembali febel klasiknya itu.
Kisah The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring milik Tolkien memang pada dasarnya sudah menjadi bahan bacaan sangat menarik, namun bagaimana Peter Jackson mengodok kembali tiap lembar halaman novel setebal 432 halaman menjadi naskah film sepanjang 178 menit (208 menit versi extended-nya) versinya sendiri dan menciptakan ulang dunia middle-earth itulah yang kemudian menjadi luar biasa.
Seperti kebanyakan film adaptasi novel lainnya, Jackson juga sudah menyesuaikan naskah yang ditulisnya bersama Fran Walsh dan Philippa Boyens untuk dapat di konversi ke versi live action, tentu saja dikarenakan tidak mungkin semua bagian cerita dalam novelnya dapat diangkut, Jackson kemudian memangkasnya menjadi lebih ringkas, memilah-milah mana yang penting untuk dimasukan, mengkompres timeline nya menjadi jauh lebih pendek, seperti salah satu adegan dimana Gandalf seharusnya menghabiskan waktu 17 tahun paska ia menyerahkan one ring kepada frodo sebelum akhirnya kembali ke Bags End. dan termasuk menghilangkan salah satu tokoh penting dalam novelnya, Tom Bombadil.
Toh, bagaimanapun Jackson merombaknya, The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring versinya tetap mampu mengalir lancar dan mudah di cerna terutama bagi mereka, para penonton yang belum membaca novelnya sekalipun.
Sudah bukan rahasia lagi jika seorang Peter Jackson adalah sutradara yang mengandrungi spesial efek, dan The Fellowship of the Ring tentunya menjadi lahan ‘bermain’ sempurna baginya untuk dengan leluasa memanfaatkan segala kecanggihan teknologi Computer Generatade Imagery (CGI) untuk menghadirkan rentetan momen-momen dramatis, emosional nan mendebarkan.
Lihat saja bagaimana disaat film ini membuka kisahnya dengan menampilkan peperangan dahsyat antara pasukan kebaikan yang terdiri dari gabungan ras melawan pasukan kejahatan yang dipimpin Sauron, atau disaat Gandalf berhadapan dengan mahkluk mistis raksasa, Balrog di kegelapan tambang Moria, atau bagaimana para aktor yang notabene memiliki ukuran tinggi badan normal mampu di buat seukuran kaum Hobbit yang kecil. Ya, adegan-adegan tersebut benar-benar dikemas dengant kualitas spesial efek yang sangat mengagumkan, termasuk bagaimana Jackson memanfaatkan benar-benar laskap alam kampung halamanya, Selandia baru yang cantik dan ‘perawan’ itu untuk diplotnya menjadi bagian dari keajaiban dunia Middle Earth.
Masih belum cukup? Maka komposer Howard Shore dengan gabungan beberapa orkestra memberikan sentuhan akhir, sebuah iringan music score megah yang begitu pas mengiringi perjalanan para pembawa cincin.
Kebanyakan film dengan banyak karakter biasanya cenderung kedodoron untuk dapat menyeimbangan peran masing-masing, tapi disini Jackson mampu menghadirkan sebuah ensemble cast sempurna. Memaksimalkan peran setiap karakternya dengan baik, sesuai porsi mereka masing-masing, bahkan karkater paling kecil pun mampu memberikan pengaruh signifikan tehadap berkembangnya cerita kedepan. Tentu saja Fellowship of the Ring akan memberikan jatah sedikit lebih banyak kepada Elijah Wood yang didapuk sebagai the ringbearer.
Sebagai volume pembuka dari rangakaian epik trilogi The Lord of the Rings, The Fellowship of the Ring jelas sudah memulainya dengan sangat baik. Peter Jackson sepertinya tahu benar bagaimana menjadikan kisah klasik abadi milik Tolkien ini sebagai sebuah sajian live action fantasi modern yang mampu dicintai oleh setiap penontonnya, baik itu fans novelnya atau hanya sekedar penonton biasa.
Sumber,
Lord_of_the_Rings_Fellowship_of_the_Ring
005-the-lord-of-the-ring-theredlist.jpg

Download Film Fellowship of the Ring 2001 BRRip EXTENDED Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)

Resolusi: 640×264
Durasi: 3 Jam – 48 Menit – 18 Detik
Ukuran: 487 mb
SS:
LOTR_2001_The_Fellowship_of_the_Ring_200
Download Single Link:
UC: https://userscloud.com/u6lvuyujsds5
TF: http://www.tusfiles.net/g6nbijdd7giy
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-extended-lotr-2001.zip
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: rizaladam


Download Film Fellowship of the Ring 2001 BRRip EXTENDED Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)

Resolusi: 500×230
Durasi: 3 Jam – 48 Menit – 18 Detik
Ukuran: 366 mb
SS:
LOTR_2001_The_Fellowship_of_the_Ring_200
Download Single Link:
UC: https://userscloud.com/znpllfogzs6y
TF: http://www.tusfiles.net/ktn0z71h0f3k
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-extended-lotr-2001.zip
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: rizaladam

Negara:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *