Diposting pada

The Age of Adaline (2015) BluRay

Dilihat: 19 views

The Age of Adaline
(2015)

Quality: BRRip
age-of-adaline-blu-ray.jpg
Released
Country USA | Canada
Language
English | Portuguese | Italian
Genre
Director
Lee Toland Krieger
Writers
J. Mills Goodloe (screenplay), Salvador Paskowitz (screenplay), 3 more credits »
Starcast Blake Lively, Michiel Huisman, Harrison Ford | See full cast and crew »
Rating
imdb_icon.gif 7.3/10
Ratings: 7.3/10 from 39,491 users   Metascore: 51/100
Reviews: 135 user | 184 critic | 31 from Metacritic.com


Review:

Akan ada sesuatu yang menjadi terasa spesial ketika kamu menambahkan rancikan fantasi ke dalam sebuah romansa, seperti misalnya yang terjadi pada The Age of Adeline garapan sutradara yang pernah melahirkan The Vicious Kind dan Celeste and Jesse Forever , Lee Toland Krieger ini, The Age of Adeline punya resep fantasi rasa lama yang diterjemahkan sedemikian rupa menjadi sebuah dongeng modern.
Tema tentang mimpi manusia untuk tidak pernah menjadi tua, mimpi tentang hidup selamanya yang bagi sebagian orang menanggapnya sebagai sebuah mujizat atau keajaiban luar biasa karena kamu bisa melakukan apa saja tanpa dihadang sesuatu bernama waktu, namun bagi sebagain lainya hidup abadi bisa jadi adalah kutukan mengerikan, ketika ia membuatmu menjadi orang paling kesepian di dunia, memaksamu menyaksikan dengan kepala sendiri satu persatu orang yang kamu sayangi meninggal dunia, sementara dirimu sendiri sama sekali tidak pernah menua satu hari pun seperti yang dialami Adaline Bowman (Blake Lively).
Jika mengacu pada set waktu di filmnya, Adaline telah menginjak usia ke-107 tahun di 2014, namun seperti yang bisa kita lihat, fisiknya masih sama cantiknya ketika ia masih berumur 29 tahun tanpa satupun keriput di wajah atau uban di rambutnya. Semua berawal dari peristiwa kecelakaan lalu lintas yang berujung pada prroses fisika dan kimia ganjil yang mengakibatkan sel-sel biologis di tubuh Adaline mendadak berhenti menua. Tetapi mendapat anugerah keabadian lantas tidak membuat hidup Adaline tenang.
Waktu terus berjalan, namun tidak dengan dirinya. Keanehan ini sedikit banyak akan mencolok pada waktunya, menarik perhatian orang lain yang tentu saja takjub setengah mati, misalnya saja ketika ia berjalan bersama dengan putri semata wayangnya, Flemming, keduanya malah seperti nampak seperti kakak adik ketimbang ibu anak. Dan apa yang ditakuti Adaline benar-benar terbukti, dunia rupanya tidak bisa menerima dirinya yang tak normal, ketika ancaman dari pihak-pihak yang penasaran datang.
Adaline kemudian mengambil keputusan drastis, ia meninggalkan kehidupannya saat ini, selalu berpindah-pindah tempat setiap 10 tahun guna menghidari kecuirgaan sembari terus merubah penampilan dan namanya, hidup seorang diri sembari menghidari sebisa mungkin berhubungan terlalu dekat dengan seseorang, sampai suatu hari ia bertemu dengan Ellis Jones (Michiel Huisman), seorang pengusaha muda kharismatik yang membuat Adaline kembali harus berhadapan dengan keputusan sulit.
Bisa dibilang, cinta sendiri itu sebenarnya adalah keajaiban yang menakjubkan tanpa harus kamu menambah bumbu apapun di dalamnya, tetapi berbicara soal film itu jelas lain cerita. Terkadang romansa saja tidak cukup, dibutuhkan sebuah premis ‘aneh’ untuk bisa membuat sebuah drama percintaan menjadi lebih mengigit. Seperti yang dibilang di atas, premis yang ditawarkan The Age of Adeline tidaklah segar, banyak genre sudah bolak-balik menggunakan premis “keabadian” sebagai jargon berceritanya.
Mungkin sebagian orang melihatnya premis fantasinya terkesan menggelikan, “hei! bagaimana kamu bisa mendapatkan hidup abadi dengan cara seperti itu?!” Tetapi kamu tidak bisa memperdebatkan kelogisan dalam term fantasi, sekalipun ada unsur ilmiah yang coba menjelaskan sebab musababnya, toh, masuk akal atau tidak, pada akhirnya kamu akan menelan bulat-bulat semuanya, terlebih ketika Krieger mampu mengolah premisnya dengan sangat enjoyable sejak menit pertama ia mulai bergulir.
Premisnya yang begitu kuat terus menghantui penontonnya, Dengan modal ide perjalanan lintas sejarah, Kriegel sebenarnya bisa saja membuatnya menjadi sajian epik seperti Forest Gump, yang menggunakan setting historisnya sama baiknya dengan narasi personal karakternya untuk membangun narasi yang lebih solid lagi, atau mungkin dengan skala yang lebih kecil macam The Man From Earth. Tetapi seperti yang sudah terjadi di lapangan, Krieger seperti tidak mau terlalu rumit, ia ingin memfokuskan segalanya hanya pada pribadi Adeline dan urusan cintanya, sementara latar sejarah hanya menempel dan mengesankan bahwa seorang Andeline memang adalah manusia yang sudah hidup lama.
Meskipun narasinya terbentuk dengan keterbatasan bercerita, kamu susah untuk benar-benar membecinya. Plotnya akan mengikatmu, suka atau tidak suka, menanamkan rasa penasaran begitu besar akan apa yang terjadi selanjutnya, bagaimana cerita ini akan berakhir. Melihat kisah hidup ajaib Adeline memang memberi tantangan tersendiri, tidak semua kehidupan di era yang dilewatinya tersaji, hanya beberapa bagian penting yang terpampang melalui rangkaian flashback.
Disajikan dengan pace yang terjaga baik, membuat 112 menit terasa terbang begitu cepat. Teknis visual dihadirkan dengan lembut oleh David Lanzenberg, memacarkan aroma misterius sekaligus romantis. Tetapi kekuatan terbesar The Age of Andeline tidak melulu pada konsep sci-fi fantasinya, tetapi juga pada diri Blake Lively yang tampil fantastis menggerakan narasinya, tidak hanya pesona fisik dan kecantikannya namun bagaimana ia mengisi jiwa Andeline dengan sempurna lengkap dengan kekuatan dan kerapuhannya, yang terpenting lagi, ia bisa membuat penontonnya peduli dan bersimpati pada karakternya.
Sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk sebuah film dengan fokus karakter utama yang bisa jadi The Age of Andeline adalah penampilan terbaik Nyonya Ryan Reynolds sejauh ini. Lively tidak sendiri, ia juga didukung dengan jajaran cast bagus, dari Michiel Huisman jebolan Game of Thrones sebagai Ellis Jones yang kharismatik sampai nama-nama senior macam Ellen Burstyn, Kathy Baker dan Harrison Ford. Khusus buat Ford, meski porsinya tidak terlalu banyak namun penampilannya sebagai William Jones memberikan sebuah kejutan luar biasa.
Sumber
the_age_of_adaline-1024x682.jpg
The-Age-of-Adaline.jpg
adaline-couple.jpg
Pics_Art_1389798323734.jpg
banner4.gif
x3film2.gif


Download Film The Age of Adaline (2015) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)

Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam – 52 Menit – 43 Detik
Ukuran: 268 mb
SS:
ageadlne15_BRrmc_mp4_thumbs_2015_08_13_0Download Single Link:
download-button.gif
UC: https://userscloud.com/vbwgssigotdh
TF: http://www.tusfiles.net/gmzpjpu9av1i
UF: http://sht.io/3qgm
UI: http://sht.io/3qgk
SF: http://sht.io/3qgi
UP: http://upx.nz/KkchLU
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-ageadline-2015.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: aliffikriaulia
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,


Download Film The Age of Adaline (2015) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)

Resolusi: 500×288
Durasi: 1 Jam – 52 Menit – 43 Detik
Ukuran: 211 mb
SS:

Download Single Link:
download-button.gif
UC: https://userscloud.com/5bk2raozabiz
TF: http://www.tusfiles.net/vekg1ag7slhy
UF: http://sht.io/3qgn
UI: http://sht.io/3qgl
SF: http://sht.io/3qgj
UP: http://upx.nz/h1WZmT
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-ageadline-2015.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: aliffikriaulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *