Diposting pada

Sucker Punch (2011) EXTENDED CUT BluRay

Dilihat: 11 views

Sucker Punch
(2011)
>> EXTENDED CUT <<

Quality: BRRip
sucker-punch.jpg
Released
Country USA | Canada
Language
English | German
Genre
Action | Adventure | Fantasy
Director
Zack Snyder
Writers
Zack Snyder (screenplay), Steve Shibuya (screenplay), 1 more credit »
Starcast Emily Browning, Vanessa Hudgens, Abbie Cornish | See full cast and crew »
Rating
imdb_icon.gif 6.1/10
Ratings: 6,1/10 from 167.003 users   Metascore: 33/100
Reviews: 890 user | 421 critic | 29 from Metacritic.com


Review:

Lewat apa yang berhasil ia tampilkan dalam Dawn of the Dead (2004), 300 (2007) dan Watchmen (2009), Zack Snyder adalah seorang sutradara Hollywood yang mampu menunjukkan bahwa ia adalah seorang ahli visual yang sangat handal. Dengan kehandalannya tersebut, ia mampu membuat film-film bertemakan kisah zombie tampil kembali menyenangkan. Ia juga berhasil membuat adegan peperangan nan sadis dan berdarah tampil begitu indah dan memikat. Dan di luar dugaan ia bahkan mampu menerjemahkan karya kompleks mengenai kehidupan superhero dari seorang Alan Moore menjadi sebuah tontonan yang sangat mempesona.
Benar, Snyder mampu menata tampilan film-filmnya dengan begitu memikat sehingga kadang berhasil menutupi kelemahan dari naskah cerita yang ditampilkan filmnya. But seriously… seberapa lama Anda akan tahan untuk menikmati sebuah film dengan tampilan visual yang memikat yang hadir tanpa adanya jalan cerita yang mampu membuat Anda untuk merasa terkait maupun peduli dengan karakter-karakter yang ada di dalam jalan cerita film tersebut?
Tahun lalu, film yang awalnya akan menjadi langkah pertama Snyder untuk mendekati para penonton muda, Legends of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole, malah sepertinya banyak dihindari oleh penonton kalangan tersebut karena jalan ceritanya yang sama sekali kompleks dan membingungkan. Jadi jangan begitu terkejut ketika Anda mendapati diri Anda merasa hampir mati kebosanan akibat menyimak Sucker Punch yang dihadirkan Snyder benar-benar tanpa sebuah jalinan cerita.
Digambarkan sebagai sebuah kisah Alice in Wonderland (ditandai dengan lagu White Rabbit dari Emiliana Torrini) dengan tambahan adegan action dan penggunaan banyak senjata, Sucker Punch berkisah mengenai seorang gadis yang dimasukkan oleh sang ayah tiri (Gerard Plunkett) ke sebuah institusi mental. Bekerjasama dengan Blue Jones (Oscar Isaacs), salah seorang petugas di institusi mental tersebut, sang ayah tiri kemudian menugaskan Blue untuk melakukan proses lobotomi kepada sang gadis sehingga ia sama sekali tidak mengingat apapun mengenai masa lalunya, termasuk tidak mengingat siapa nama dan identitas dirinya.
Setelah proses lobotomi berlangsung, sang gadis kemudian memasuki sebuah alam fantasi dimana ia ternyata dimasukkan ke sebuah rumah bordil dimana Blue adalah sang penguasa tunggal tempat tersebut. Sang gadis kemudian mendapatkan sebuah nama baru, Babydoll, dan berkenalan dengan gadis-gadis lain di rumah bordil tersebut: Sweet Pea (Abbie Cornish) dan adiknya Rocket (Jena Malone), Blondie – yang sama sekali bukanlah seorang gadis yang berambut pirang (Vanessa Hudgens) serta Amber (Jamie Chung).
Layaknya Inception (2010), Babydoll yang telah berada dalam dunia fantasinya, seringkali kemudian memasuki sebuah alam fantasi lain dimana ia memerangi berbagai jenis makhluk aneh untuk mendapatkan kebebasannya kembali. Perjuangannya di alam fantasi tersebut ternyata merefleksikan segala usahanya untuk mendapatkan sebuah peta, sebuah penyala api, sebuah pisau serta sebuah kunci utama dari rumah bordil tersebut agar ia dapat melarikan diri dari tempat tersebut.
Terdengar sangat, sangat menarik, bukan? Lima orang wanita muda, dengan pakaian ketat yang minim dan seksi, terjebak di alam fantasi berupa sebuah rumah bordil untuk kemudian berjuang melawan orang-orang yang berusaha untuk menahan mereka di tempat jahanam tersebut. Terdengar sebagai sebuah epik a la 300 namun dengan para wanita yang mengambil alih kekuasaan. Salah! Sangat salah! Entah bagaimana, Sucker Punch adalah sebuah film yang teramat sangat membosankan. Bahkan Sucker Punch hampir tidak dapat disebut sebagai sebuah film. Maksudnya, bukankah sebuah film, seburuk apapun, harus memiliki sebuah jalan cerita yang ditampilkan? Sucker Punch tidak memiliki hal tersebut.
Snyder sepertinya hanya menciptakan Sucker Punch untuk mewujudkan berbagai mimpinya untuk memiliki sekelompok wanita seksi yang berjuang mati-matian dalam merebut kebebasan mereka. Berbeda dengan kemampuan visualisasinya yang sangat mengagumkan, Snyder sepertinya memiliki imajinasi yang terbatas dalam menuliskan sebuah jalan cerita. Dalam Sucker Punch, kelima karakter berada dalam rangkaian tugas yang harus mereka lakukan untuk dapat keluar dari rumaah bordil tersebut. Skenario ini dijelaskan di awal cerita… untuk kemudian dieksekusi secara berurutan dan tanpa kehadiran twist apapun yang dapat membuat penonton merasa bahwa mereka tidak akan dapaat menebak kemana arah cerita tersebut sebenarnya dibawakan.
Seluruh aliran cerita sangat mudah untuk ditebak! Termasuk ketika salah seorang karakter harus dikorbankan dalam sebuah tugas. Oh… begitu klise, Tuan Snyder! Rasanya semua penonton yang memang menggemari film-film ber-genre ini telah dapat menebak bahwa rangkaian tugas kelima gadis tersebut tidak akan berjalan begitu mulus dan lancar. And what’s up with that ending? Mencoba untuk tampil berfilosofi setelah seluruh omong kosong yang digelar film ini selama satu jam lebih? Jika ada kata yang dapat menggambarkan Sucker Punch di luar kata film, maka Sucker Punch dapat disebut sebagai rangkaian music video yang saling bercerita dan berhubungan satu sama lain.
Ketika karakter utama film ini, Babydoll, sedang berusaha untuk memasuki alam imajinasinya, maka sebuah lagu akan terputar. Begitu lagu diputar, Babydoll akan mulai menari, dan alam imajinasinya dimana ia sedang berada di medan perang bersama teman-temannya pun mulai mengalir. Persis sebuah music video!
Snyder memang memiliki bakat tersendiri dalam merangkai musik dan visual yang tepat dan menarik. Namun, hal tersebut sama sekali tidak membantu untuk membuat Sucker Punch terlihat menarik, khususnya ketika Snyder mencoba menampilkan gaya slow motion khasnya yang justru semakin menambah rasa kebosanan yang hadir di film ini. Kebodohan demi kebodohan terus menerus mengalir dalam tampilan Sucker Punch yang membuat film ini benar-benar tampil kosong, tanpa jiwa serta arah yang jelas dari jalan ceritanya.
Dan bagaimana dengan jajaran pemeran yang berada di film ini? Sebagai informasi, Amanda Seyfried, Emma Stone dan Evan Rachel Wood pada awalnya berada di daftar utama Snyder untuk membintangi film ini. Seyfried bahkan begitu antusias untuk mengikuti film ini namun harus mundur karena adanya benturan jadwal. Seyfried dear… Anda beruntung tidak harus berada di film ini. Seluruh jajaran pemeran Sucker Punch seperti di paksa untuk tampil dengan emosi wajah yang kosong, termasuk ketika mereka menampilkan koreografi pertarungan mereka. Datar dan kosong… plus deretan dialog-dialog yang terdengar semakin konyol seiring dengan berjalannya film ini.
Ketika Anda sedang duduk sendirian di sebuah bar, seorang gadis dengan paras yang sangat cantik datang dan duduk di sebelah Anda. Sebagai seorang pria yang ingin memberikan sebuah kesan pertama yang hebat, Anda mulai memutar otak untuk mencari topik perbincangan ringan yang tepat. Dan dalam sekitar 30 menit perbincangan tersebut, Anda kemudian menyadari bahwa sang gadis berparas cantik tersebut bukanlah salah satu wanita tercerdas di dunia.
Ia sama sekali tidak sadar kalau Colin Firth telah memenangkan Oscar pertamanya. Ia mengira A Rush of Blood to the Head adalah album terakhir yang dirilis Coldplay. Dan ia sangat membenci film drama romantis favorit Anda, The Notebook, karena merasa Channing Tatum lebih pas untuk berdampingan dengan Rachel McAdams. Tentu, wanita tersebut begitu cantik sehingga Anda kemungkinan besar tidak akan menolak tawaran untuk menghabiskan semalam bersamanya. Tapi untuk menjalin hubungan lebih jauh dengannya? Jawaban Anda akan menentukan bagaimana Anda akan dapat menikmati Sucker Punch.
Sumber,

2011_sucker_punch_010.jpg
2011_sucker_punch_039.jpg
sucker%2Bpunch%2B2011%2Bhd.jpg
Pics_Art_1389798323734.jpg
banner4.gif

Download Film Sucker Punch (2011) EXTENDED CUT BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam – 07 Menit – 30 Detik
Ukuran: 295 mb
SS:
Sucker_Punch_Extended_Cut_2011_Blu_Ray_R
Download Single Link:
Click here…
UC: https://userscloud.com/rg1yryq8xegl
TF: http://www.tusfiles.net/opn29slp1bvh
UF: http://upfile.mobi/606854
UP: http://uppit.com/s36bccnwzxg9/Sucker.Punch.Extended.Cut.2011.BluRay.RyeMovies.mp4
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-ext-scrpnch-2011.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,


Download Film Sucker Punch (2011) EXTENDED CUT BluRaySubtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500×230
2 Jam – 07 Menit – 30Detik
Ukuran: 221 mb
SS:

Download Single Link:
Click here…
UC: https://userscloud.com/3mlcuomrh7oh
TF: http://www.tusfiles.net/71w2rp2pspnl
UF: http://upfile.mobi/606893
UP: http://uppit.com/fz4wimarmr0e/Sucker.Punch.Extended.Cut.2011.BluRay.RyeMovies.avi
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-ext-scrpnch-2011.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki

6 pemikiran pada “Sucker Punch (2011) EXTENDED CUT BluRay”

  1. Cool…. Bintang nya cewe smua.
    Thank you Admin.
    ☀☀☀☀☀☀☀
    ☀☁☀☀☁
    ☁☁☁☁☁☁
    ☁☁☁☁☁☁☁
    ☁☁☁☁☁☁
    ☁☁☁
    ☁☁☁☁
    ☀☀☀☀☀☀☀☀
    ⒽⒺⓁⓁⓄ
    ⓀⒾⓉⓉⓎ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *