Diposting pada

Shutter Island (2010) BluRay

Dilihat: 52 views

Shutter Island
(2010)

Quality: BRRip
shutter-island-br.jpg
Released
Country USA
Language
English | German
Genre
Mystery | Thriller
Director Martin Scorsese
Writers
Laeta Kalogridis (screenplay), Dennis Lehane (novel)
Starcast Leonardo DiCaprio, Emily Mortimer, Mark Ruffalo | See full cast and crew »
Rating
imdb_icon.gif 8.1/10

Ratings: 8.1/10 from 613,373 users   Metascore: 63/100
Reviews: 911 user | 475 critic | 37 from Metacritic.com

Review:

Shutter Island adalah sebuah karya dari salah satu sutradara paling dihormati di Hollywood, Martin Scorsese. Kembali bekerjasama dengan Leonardo DiCaprio, film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya novelis Dennis Lehane. Film yang sempat diberi judul Ashecliffe ini sebenarnya pertama kali dijadwalkan rilis pada bulan Oktober tahun sebelumnya. Namun, dengan menggunakan alasan ekonomi, Paramount Pictures akhirnya menarik Shutter Island dari jadwal peredaran pertamanya — sekaligus dari persaingan film-film yang akan memperebutkan Oscar — dan memilih untuk merilisnya pada bulan Februari 2010.
Bersetting di Boston pada tahun 1950-an, Shutter Island dibuka dengan adegan perkenalan antara seorang US Marshall, Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio), dengan Chuck Aule (Mark Ruffalo), yang juga seorang US Marshall, dan akan menemaninya menyelidiki sebuah kasus di sebuah institusi mental, Ashecliffe Hospital, di Shutter Island.
Ashecliffe sendiri bukanlah sebuah institusi mental biasa. Ashecliffe dibangun untuk menampung mereka para penjahat-penjahat kelas kakap yang memiliki kelainan jiwa. Para staf di institusi mental ini sendiri baru saja mengalami kegemparan setelah salah seorang pasiennya, Rachel Solando (Emily Mortimer), ditemukan menghilang dari ruang tahanannya secara misterius. Karena itulah, Teddy dan Chuck dipanggil, untuk meneliti dimana keberadaan Rachel saat ini.
Setibanya di Shutter Island, dan dibawa ke Ashecliffe, Teddy dan Chuck berkenalan dengan Dr John Cawley (Ben Kingsley), dokter yang mengelola institusi mental tersebut. Dari penjelasan Dr Cawley, didapatlah informasi bahwa Rachel — yang berada disana karena membunuh ketiga anaknya dengan cara menenggelamkan mereka satu persatu ke dalam sebuah danau — menghilang dari kamarnya yang sebenarnya telah dikunci dengan ketat. Perlahan-lahan, Teddy dan Chuck mulai menemukan banyak petunjuk mengenai berbagai keanehan yang terjadi di institusi mental tersebut.
Di sisi lain, Teddy sendiri harus berjuang melawan dirinya sendiri yang terus dihantui oleh sang istri, Dolores (Michelle Williams), yang tewas dalam sebuah peristiwa kebakaran. Dalam khayalannya, Dolores sering sekali memberikan petunjuk pada Teddy mengenai keberadaan Rachel, serta keberadaan Andrew Laeddis (Elias Koteas), pria yang menyulut kebakaran dan menewaskan Dolores. Jadilah kini Teddy harus berjuang untuk menemukan Rachel, sekaligus menemukan Andrew Laeddis untuk, seperti petunjuk istrinya, dibunuhnya.
Lewat Shutter Island, Martin Scorsese kembali berhasil membuktikan posisi istimewanya di kancah perfilman Hollywood. Bukan hanya membuat Shutter Island sebagai sebuah film thriller yang berhasil, ia bahkan berhasil untuk memutar otak para penontonnya selama 138 menit dan meninggalkan mereka dengan rasa penasaran untuk sebuah misteri lainnya.
Memang, bagi beberapa orang, ending yang ditawarkan Shutter Island sepertinya kurang sebanding dengan apa yang telah mereka hadapi dalam perjalanan menuju kesana. Namun tetap saja, tidak akan ada seorangpun yang mengeluhkan bahwa perjalanan yang telah mereka lakukan untuk mencapai bagian ending tersebut adalah sebuah perjalanan yang sia-sia.
Mari melihat bagian-bagian yang membuat film ini menjadi sebuah film pertama di tahun lalu yang layak diberikan gelar sebagai the year’s best. Naskah film ini diadaptasi dari novel karya Dennis Lehane. Tidak familiar dengan nama tersebut? Anda pasti akan lebih familiar jika disebutkan Mystic River dan Gone Baby Gone. Ya, Lehane adalah orang yang sama yang juga mengerjakan dua novel yang telah diadaptasi ke dalam bentuk film tersebut. Dan sama halnya dengan kedua novel film tersebut, Shutter Island juga akan membutuhkan sedikit otak Anda untuk menikmatinya.
Namun tak perlu khawatir, semua permainan otak ini telah diadptasi dengan baik oleh Laeta Kalogridis. Beberapa resumenya di masa lampau (Alexander, Night Watch, Pathfinder – dan hey… dia adalah salah satu produser eksekutif di film Avatar) mungkin terasa kurang meyakinkan. Namun dengan bantuan Steven Knight (Dirty Pretty Things, Eastern Promises — dia tidak mendapatkan kredit di film ini), Kalogridis berhasil menciptakan naskah yang demikian pintar dan meyakinkan.
Di bagian teknikal, Scorsese, seperti biasa, membawa tim yang telah biasa bekerjasama dengannya. Nama-nama seperti Thelma Schoonmaker (editor film — yang sangat berhasil membuat kesan misterius film ini begitu terasa) dan Robert Richardson (sinematografi — yang sangat, sangat berhasil memilih gambar yang mampu menciptakan suasana mencekam) berhasil memadukan kemampuan mereka untuk mejadikan Shutter Island sebagai film Scorsese yang memiliki kemampuan teknis terbaik. Ini ditambah dengan pilihan-pilihan musik latar dari Robbie Robertson.
Robertson tidak akan mendapatkan nominasi Oscar untuk film ini, karena ia hanya bertindak sebagai supervisor yang memilihkan score-score musik ternama untuk menemani jalannya tiap adegan di film ini. Namun tetap saja, kejeliannya akan memilihkan suara yang tepat untuk sebuah adeganlah yang membuat Shutter Island sudah terasa menegangkan semenjak film ini dimulai.
Bagian terbaik film ini adalah tentu saja karena jalan cerita film ini, mampu dibawakan dengan baik, tanpa cela, oleh para jajaran pemerannya. Pertama ada Leonardo DiCaprio, yang di setiap penampilan filmnya, sepertinya selalu berusaha untuk mengalahkan penampilannya di film sebelumnya (it’s a compliment, by the way). Namun sayangnya, jika hendak membandingkan dengan apa yang telah ia berikan di Revolutionary Road, tentu saja aktingnya di Shutter Island akan mendapatkan nilai setengah dari nilai yang ia mainkan bersama Kate Winslet tersebut.
Walau begitu, ini bukanlah kesalahan DiCaprio. Tidak seperti Revolutionary Road, semenjak awal film, DiCaprio memang sudah ditentukan untuk berperan sebagai seorang pria yang memiliki tekanan batin dan hampir kehilangan kewarasannya, dan itulah ekspresi yang dengan baik ditampilkan DiCaprio di film ini.
Ada tiga penampilan di film ini yang sangat mencuri perhatian. Michelle Williams. Jackie Earle Haley. Patricia Clarkson. Williams bermain Dolores, istri Teddy yang telah tewas dan hadir melalui setiap khayalannya. Lewat Shutter Island, Williams kembali menunjukkan aktingnya sebagai seorang wanita rapuh yang memiliki masalah, sama seperti yang pernah ia tunjukkan di Brokeback Montain. Haley dan Clarkson tampil kurang dari 10 menit di film ini. Walau begitu, momen kehadiran mereka yang tiba-tiba di film ini merupakan dua bagian yang dapat dibilang paling mengesankan di film ini.
Lihat saja Clarkson, yang biasa terlihat kalem di film-filmnya, kini tampil acak-acakan, lusuh dan penuh amarah di film ini. Sementara karakter yang diperankan Haley menjadi sangat memorable karena perannya yang nantinya terkuak di akhir film. Oh, jangan lupakan penampilan Ben Kingsley dan Mark Ruffalo di film ini — mereka tampil sama memikatnya dengan DiCaprio bahkan terkadang mampu memberikan jangkauan akting yang sedikit melebihi sang aktor utama tersebut.
Sebuah perjalanan yang penuh intrik dan memerlukan banyak konsentrasi, Shutter Island adalah sebuah film dengan pencapaian teknikal yang sangat mengagumkan. Dari gambar hingga tata suara, film Martin Scorsese belum pernah mencapai titik setinggi ini sebelumnya. Ini ditambah dengan akting tanpa cela dari para jajaran pemeran di filmnya, yang akan membuat Anda terkagum-kagum dengan kemampuan akting mereka.
Sayangnya, film ini meninggalkan sesuatu yang sedikit mengganggu. Para penonton sebenarnya tidak akan memperdulikan bagaimana nasib Teddy di akhir film karena mereka tidak benar-benar pernah merasa terhubung dengannya. Ya, Scorsese mungkin sedikit melupakan sisi emosional yang seharusnya dapat membuat penonton merasa terikat dengan Teddy sekaligus membuat mereka akan memikirkan nasibnya sepanjang malam. Namun, Shutter Island bukan sebuah film yang hanya dinikmati ketika film ini mencapai endingnya. Perjalanan menuju ending tersebutlah yang akan membuat para penontonnya merasa luar biasa kagum dengan film ini.
Sumber
Shutter-Island-Image-2.jpg
Shutter-Island-19.jpg
jackie-earle-haley-shutter-island-2010-_

161db5786cb29200b97c2dce9c2bff.gif
Pics_Art_1389798323734.jpg
banner4.gif

Download Film Shutter Island (2010) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam – 18 Menit – 04 Detik
Size: 358 mb
SS:
Shutter_Island_2010_Blu_Ray_Rye_Movies_mDownload Single Link:
Click here…
UC: https://userscloud.com/vw965jjd658f
TF: http://www.tusfiles.net/x42y8vxm70l2
UF: http://upfile.mobi/819357
UP: Broken-link1EKyCZM
SF: http://sh.st/dcxwj
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-shutisland-2010.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini
,

Download Film Shutter Island (2010) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500×260
Durasi: 2 Jam – 18 Menit – 04 Detik
Ukuran: 251 mb
SS:
Download Single Link:
Click here…
UC: https://userscloud.com/jwqt1v0nhuws
TF: https://www.tusfiles.net/znviuykb261n
UF: http://upfile.mobi/819363
UP: Broken-link1FR8QXb
SF: http://sh.st/dcxEt
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-shutisland-2010.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *