Diposting pada

Run All Night (2015)

Dilihat: 10 views

Run All Night
(2015)

Quality: BRRip & HDRip
run-all-night-br.jpg
Released
Country USA
Language
English
Genre
Action | Crime | Drama | Mystery | Thriller
Director
Jaume Collet-Serra
Writer
Brad Ingelsby
Starcast Liam Neeson, Ed Harris, Joel Kinnaman | See full cast and crew »
Rating
imdb_icon.gif 7.0/10
Ratings: 7.0/10 from 11,776 users   Metascore: 59/100
Reviews: 84 user | 182 critic | 34 from Metacritic.com


Review:

Film action terbaru dari Liam Neeson setelah menyatakan pensiun sebagai pria yang berulang kali kehilangan anggota keluarganya ini merupakan kemasan yang ambigu. Diawal ia akan mampu menaikkan ekspektasi anda padanya, membuat anda bergumam “wah, ternyata cukup menarik,” sebuah perpaduan berbagai elemen klasik action thriller dan membentuk kekacauan yang cukup menyenangkan, a good enough mess. Namun sayangnya perlahan ia justru berubah dan menampilkan hasil yang kontradiktif sajian di bagian pembuka itu. Run All Night: like Joker trying to look thoughtful but ends quite dull.
Jimmy Conlon (Liam Neeson) merupakan seorang pria tua yang sedang mengalami kesulitan terkait uang dan juga minuman keras, hal yang kemudian membuatnya menerima tawaran dari sahabatnya Shawn Maguire (Ed Harris) yang meminta Jimmy untuk berperan sebagai seorang santa claus dalam sebuah acara keluarga di rumah Shawn. Tapi disamping perbedaan dalam hal ekonomi dan kebahagiaan tadi ternyata Jimmy dan Shawn punya sebuah kesamaan, dan itu datang dari peran mereka sebagai seorang ayah terhadap masing-masing putra mereka, Mike Conlon (Joel Kinnaman) dan Danny Maguire (Boyd Holbrook).
Danny memiliki masalah dengan ayahnya terkait usaha yang ia lakukan untuk membuktikan diri bahwa ia memiliki bakat di bidang usaha yang mereka lakukan. Suatu ketika Danny membawa klien yang sangat potensial bagi ayahnya namun ditolak mentah-mentah oleh Shawn. Sang klien sendiri memiliki hubungan dengan Mike yang bertugas mengantarkan mereka dengan sebuah limousine, menjadi awal mula dari sebuah bencana yang bermula dari tindakan Danny dan pistolnya, lalu kemudian bukan hanya menyeret Mike masuk kedalam masalah namun juga ikut melibatkan Jimmy dan juga Shawn.
Run All Night akan menyapa anda dibagian awal sama persis seperti tipikal film dimana Liam Neeson menjadi bagiannya, ia mampu membuat penonton merasa tertarik tidak peduli seberapa klise dan klasik sinopsis serta isu dan formula yang ia bawa, bahkan kesan predictable yang sudah eksis tidak begitu jauh dari garis start itu juga awalnya tidak akan mengganggu pikiran dan fokus anda. Harus diakui ada ketegangan yang menarik ketika Run All Night masih mencoba membangun urutan masalah, ada beat yang cukup oke dari film ini dibawah kendali Jaume Collet-Serra, terlebih dengan pilihan yang cerdik ketika membawa anda berpindah dari satu scene menuju scene lainnya dengan penerapan metoda layaknya Google Earth yang terhitung sukses di paruh pertama.
Ya, di paruh pertama. Bagaimana setelah paruh pertama? Tunggu dulu, mari bahas nilai positif lain film ini yang sesungguhnya tidak hanya datang dari permainan visual tadi, tapi juga cerita dan karakter. Sangat suka dengan tik-tok antar masalah personal yang sederhana, bahkan secara mengejutkan ada emosi yang cukup baik diantara Jimmy dan Mike disini. Tidak hanya itu adegan action juga tidak dapat dikatakan buruk, ada sensasi yang oke meskipun sentuhan editing sendiri tidak berhasil menciptakan struktur yang terasa halus untuk dinikmati. Di bagian ini Jaume Collet-Serra akan tampak cerdik, ia tahu bagiamana menciptakan ruang bagi karakter untuk bermain namun juga ikut mengundang anda didalamnya, penggunaan berbagai interaksi juga sama efektifnya sehingga menjadikan anda seolah terlibat didalam masalah Jimmy dan Mike. Ya, ia berhasil membuat penonton peduli dengan eksistensi karakter, tapi lagi-lagi itu hanya tampil di bagian awal.
Nah, bagian awal yang menarik itu sayangnya tidak mampu bertahan hingga akhir, mungkin tepat di sepertiga awal cerita Run All Night perlahan mulai terjebak didalam salah satu kelemahan dari seorang Jaume Collet-Serra, film yang ia kendalikan akan kehilangan “kendali” ketika karakter mulai kehilangan daya tariknya. Tidak seperti Orphan dan Non-Stop yang memiliki karakter dengan kemampuan mengikat penonton hingga akhir yang mumpuni film ini bergabung dengan dua film Collet-Serra lainnya, Goal II: Living the Dream dan Unknown, dua film yang perlahan membuat penonton mulai kehilangan ketertarikan pada karakter dan cerita.
Cukup disayangkan memang karena sejak awal acuan dari hit atau miss film milik Collet-Serra bagi saya apakah ia mampu mempertahankan daya tarik karakter. Di sini bukan hanya satu namun tiga karakter utama jatuh secara bersamaan, dan itu belum menghitung Common yang kehadirannya seperti robot tanpa nyawa. Cukup sulit memang jika hendak menyalahkan cerita karena sejak awal ia juga sudah terkesan tidak ingin mencoba memberikan sesuatu yang berbeda. Sebuah adegan dari dalam limousin menjadi kunci utama dan titik balik mulai berkurangnya daya tarik terhadap Run All Night, mambuat anda akan mengerti bagaimana ini akan diakhiri sejak dini.
Sebenarnya hal tersebut tidak akan menjadi masalah jika setelah itu ia masih mampu membuat penonton terombang-ambing dalam sebuah hiburan action thriller yang memberikan sensasi yang menarik, sesuatu yang celakanya juga tidak berhasil dilakukan oleh Run All Night. Ia memang bergerak cepat penuh kegelisahan dari segi visual tapi tetap tidak mampu memberikan sensasi yang mumpuni, cerita yang berkembang secara formulaic dengan kesan kikuk kerap menciptakan mode menunggu bagi penonton yang celakanya seperti yang saya sebutkan tadi, sudah tahu bagaimana ini akan berakhir.
Ambisi dan fokus juga menjadi sumber dari kegagalan Run All Night untuk setidaknya menjadi sajian action thriller standard yang menghibur. Run All Night seperti ingin membawa anda kedalam sebuah inspirasi tentang hubungan orangtua dan anaknya, tapi push yang usaha yang ia lakukan terasa sangat minim terutama dengan karakter yang pesonanya perlahan macet dan melemah sehingga impact yang diberikan bagian ini terasa kurang kuat.
Yang disayangkan adalah elemen action yang sesungguhnya kurang potensial justru di push begitu kuat namun dengan perlakuan yang begitu kasar, gerak yang sangat liar namun perlahan terasa melelahkan, sebuah kepanikan yang sulit untuk terasa menyenangkan. Bagaimana dengan para pemeran? Sama saja, meskipun Liam Neeson dan Ed Harris sempat menghasilkan gesekan dingin yang oke walaupun hanya memiliki porsi kecil sehingga menghilang ketika mereka mulai bergerak masing-masing.
Sebenarnya Run All Night punya cara paling praktis untuk mampu menjadi sebuah hiburan action thriller yang mumpuni dibalik materi yang tidak begitu mumpuni: berikan one man show bagi Liam Neeson. Namun yang dilakukan oleh Jaume Collet-Serra disini berbeda dan terasa ambigu sehingga menjadikannya tampak seperti Joker yang mencoba tampil super serius, ingin menjadi action thriller yang thoughtful tanpa terlebih dahulu membekali dirinya dengan materi yang akan menolong dan memudahkannya untuk tidak hanya mampu menciptakan tapi juga mampu mempertahankan appeal untuk terus stabil sehingga membuat penonton tertarik sampai garis akhir.
Sumber
635561452268563087-RUNALLNIGHT2.JPG
run_all_night-2.jpg
Run-All-Night.jpg
Pics_Art_1389798323734.jpg
Download Film Run All Night (2015) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)

Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam – 54 Menit – 21 Detik
Ukuran: 302 mb
SS:
Run_All_Night_2015_Blu_Ray_Rye_Movies_mpDownload Single Link:
download-button.gif
UC: https://userscloud.com/ds5sixxvifaq
TF: http://www.tusfiles.net/pe6hrj82tgf9
UF: http://sht.io/200a
SF: http://sht.io/2009
UP: http://upx.nz/Osfhp9
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-runnight-2015.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: BlackSpiders
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,


Download Film Run All Night (2015) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)

Resolusi: 500×260
Durasi: 1 Jam – 54 Menit – 21 Detik
Ukuran: 215 mb
SS:

Download Single Link:
download-button.gif
UC: https://userscloud.com/2n3g54kjfs5g
TF: http://www.tusfiles.net/um04ttckskia
UF: http://sht.io/200v
SF: http://sht.io/200u
UP: http://upx.nz/d2gqX6
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-runnight-2015.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: BlackSpiders

4 pemikiran pada “Run All Night (2015)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *