Diposting pada

Insidious: Chapter 3 (2015) BluRay

Dilihat: 25 views

Insidious: Chapter 3
(2015)

Quality: BRRip & HC HDRip
insidious3br.jpg
Released
Country Canada | USA
Language
English
Genre
Director
Leigh Whannell
Writers
Leigh Whannell, Leigh Whannell (characters)
Starcast Dermot Mulroney, Stefanie Scott, Angus Sampson | See full cast and crew »
Rating
6.9/10
Ratings: 6.9/10 from 8,413 users   Metascore: 52/100
Reviews: 57 user | 142 critic | 26 from Metacritic.com


Review:

Setelah dua jilid yang luar biasa, para fans Insidous harus menerima kenyataan pahit; James Wan akhirnya benar-benar pergi dari kursi kemudi franchise horor yang telah membesarkan namanya itu. Ya, karena alasan benturan jadwal dengan sekuel ke-enam Fast & Furious yang juga disutradarainya, Wan memilih mundur dan hanya duduk manis menjadi produser sembari melihat bagaimana sekuel kedua Insidous kemudian dipercayakan kepada sutradara debutan Leigh Whannell. Whannel sendiri sebenarnya bukan orang baru di franchise horor supranatural populer ini, ia sudah menjadi penulis naskah sejak seri pertama Insidous, Whannell juga adalah sosok pemeran Specs, salah satu anggota dari duo geek pemburu hantu lokal yang kocak itu.
Melihat apa yang terjadi di ending chapter 2, banyak yang beranggapan seri ketiga-nya akan menghadirkan cerita baru dengan memfokuskan kisah pada sepak terjang karakter hantu cenayang Ellise dan dua kolega ghostbuster-nya. Tetapi entah kenapa Whannell mendadak berubah pikiran. Alih-alih menjadi sekuel, narasi chapter 3 malah melompat mundur jauh ke belakang, melompati cerita dua jilid sebelumnya, persisnya beberapa tahun sebelum insiden keluarga Lambert terjadi. Tentu saja dengan keputusan untuk memundurkan kisahnya ini kemudian menjadi sedikit mengecewakan, sekaligus sebuah indikasi bahwa universe Insidious sepertinya tidak akan bisa maju lagi.
Chapter 2 sebenarnya sudah bisa dikatakan tidak hanya sekuel, tetapi sekaligus prekuel ketika di sana Wan dan Whannel sudahl menyoroti masa lalu, tidak hanya keluarga Lambert namun juga Elise dengan segala elemen time travel-nya. Tetapi chapter 3 ini seperti prekuel yang nanggung, bahkan sebenarnya kalau mau jujur, tidak perlu ada. Narasinya yang seharusnya lebih banyak menyorot Elise dan kemampuan supranaturalnya malah kemudian harus berbagai dengan kisah baru yang sama sekali tidak penting.
Ada Quinn Brenner (Stefanie Scott), remaja cantik yang datang ke kediaman Elise untuk meminta jasa paranormalnya agar bisa berkomunikasi dengan arwah ibunya. Elise yang awalnya sempat menolak karena sebelumnya sudah memutuskan pensiun dan tidak mau lagi menggunakan kemampuannya mengigat bahaya yang mengintai. Tetapi merasa iba dengan Quinn, Elise akhirnya menyanggupi permintaan gadis malang tersebut. Masalahnya, ketika Elise memanggil roh ibu Quinn, yang datang bukanlah sosok yang diinginkan, tetapi ada arwah jahat lain mencoba keluar dari kegelapan. Dari sini semua teror mengerikan itu kemudian dimulai.
Meskipun menghadirkan hidangan yang sama, tentu saja seorang chef punya kualitas masakan berbeda dengan sous chef-nya, tidak peduli sudah berapa lama sang sous chef mengintip pekerjaan bosnya, memasak hidangan yang sama rasanya pasti akan berbeda. Inilah yang terjadi ketika Insidious hanya digarap oleh seorang sous chef bernama Leigh Whannell. Whannell boleh saja jago menulis resep masakan, dua seri awal Insidious sedikit banyak sudah membuktikannya, tetapi bagaimanapun penyajian dan cara menerjemahkannya menjadi sajian yang lezat itu yang terpenting dan Whannell gagal melalukan apa yang sudah dibuat Wan di seri-seri sebelumnya.
Masalahnya, chapter 3 tidak hanya kehilangan hampir semua sentuhan Wan di dua seri sebelumnya yang secara teknis mampu menghadirkan atmosfer creepy dengan kombinasi horor old scholl-modern bersama polesan ketegangan yang berkelas, Whannell juga tidak mampu menawarkan narasi prekuel yang kuat. Padahal dengan segala potensi yang ada, penontonnya sebenarnya bisa saja melihat sebuah origins dari cenayang hebat bernama Elise Rainier yang masih dibawakan dengan fantastis oleh aktris senior Lin Shaye. Tetapi yang dilakukan Whannell malah memberikan plot utamanya pada kisah baru dari keluarga baru yang masalahnya, tidak menarik.
Ya, melihat remaja cantik yang dirinya dan keluarganya diganggu oleh arwah jahat dan lagi-lagi menjadikan Elise sebagai karakter penyelesai masalah seperti melihat pengulangan dua seri sebelumnya, tidak ada yang spesial, apalagi kualitas naskah yang ditulis Whannell terasa begitu sempit dan dangkal tanpa memberikan pengembangan berarti buat karakter-karakternya, termasuk karakter Elise yang bisa sangat potensial dijadikan cerita utama. Jika narasinya sudah menderita luar biasa, Whannell seperti belum cukup menyiksa para fans yang sudah berekspektasi tinggi. Whannell terlihat kesulitan mengikuti jejak Wan mepresentasikan horor menakutkan ala seri-seri Insidious sebelumnya.
Chapter 3 mungkin masih menawarkan aroma gelap pekat yang sama, tetapi ia tidak lagi menakutkan. Tidak seperti Wan yang tahu persis kapan harus mengagetkan dengan segala mengeluarkan jump scare-nya di saat yang tepat, jump scare milik Whannell terkesan murahan dan malas. Seperti beberapa kali berusaha menipu penontonnya dengan adegan kosong, toh, pada akhirnya selalu muncul dengan cara yang sama sekali tidak berkelas, mungkin akan mengagetkan beberapa penontonnya, tetapi sekali lagi, fungsinya hanya menghadirkan jeritan keras namun tanpa kesan.
Sementara scoring Joseph Bishara yang begitu buas di seri-seri sebelumnya seperti kehilangan tajinya meneror penontonnya. Chapter 3 terasa begitu sunyi, tidak ada bunyi-bunyian angker yang menghantuimu lagi, sama seperti keselurhan filmnya yang terasa menjadi jinak tanpa sentuhan seorang James Wan. Jika ada satu-satunya momen menyenangkan di sini, mungkin ketika Whannell menceritakan bagaimana awal mula Tucker (Angus Sampson) dan Specks bertemu Elise yang kemudian sama-sama kita ketahui, mereka bekerja sama membentuk tim paranormal menyelidiki kasus keluarga Lambert di masa depan.
Sumber
insidious-chapter-3-07.jpg
maxresdefault.jpg
o-INSIDIOUS-facebook.jpg
Pics_Art_1389798323734.jpg
banner4.gif
x3film2.gif

Prekuel:
Insidious (2011)
Insidious: Chapter 2 (2013)

Download Film Insidious: Chapter 3 (2015) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam – 37 Menit – 21 Detik
Ukuran: 248 mb
SS:
dious315_BRrmc_mp4_thumbs_2015_09_19_15_Download Single Link:
download-button.gif
UC: https://userscloud.com/9l6wbzd2olsi
TF: http://www.tusfiles.net/1cnznrvcqoag
UF: http://sht.io/510j
UI: http://sht.io/50d3
SF: http://sht.io/50d2
UP: http://upx.nz/I7bgyU
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-dious3-2015.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,

Download Film Insidious: Chapter 3 (2015) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500×260
Durasi: 1 Jam – 37 Menit – 21 Detik
Ukuran: 183 mb
SS:

Download Single Link:
download-button.gif
UC: https://userscloud.com/57edclz15lie
TF: http://www.tusfiles.net/3topx7g7ni6l
UF: http://sht.io/510k
UI: uploading…
SF: http://sht.io/50dv
UP: http://upx.nz/2Vce4w
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-dious3-2015.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki

Satu pemikiran pada “Insidious: Chapter 3 (2015) BluRay”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *