Diposting pada

127 Hours (2010) BluRay

Dilihat: 29 views

127 Hours
(2010)

Quality: BRRip
127-hours-2010.jpg
Released
Country USA | UK
Language
English | Italian
Genre
Adventure  |  Biography | Drama | Thriller
Director
Danny Boyle
Writers
Danny Boyle (screenplay), Simon Beaufoy (screenplay), 1 more credit »
Starcast James Franco, Amber Tamblyn, Kate Mara | See full cast and crew »
Rating
imdb_icon.gif 7.6/10

Ratings: 7.6/10 from 246,967 users   Metascore: 82/100
Reviews: 432 user | 438 critic | 38 from Metacritic.com


Review:

Kejeniusan seorang Danny Boyle dalam merangkai gambar dengan visual indah yang mampu bercerita secara mendalam dan menyentuh hati setiap orang berlanjut dalam bentuk 127 Hours, sebuah film yang mendasarkan kisahnya pada novel autobiografi karya seorang petualang dan pecinta alam asal Amerika Serikat, Aron Ralston, yang berjudul Between a Rock and a Hard Place (2004). Untuk film ini, Boyle kembali bekerjasama dengan penulis naskah Simon Beaufoy dan produser Christian Colson, yang karya terakhir mereka, Slumdog Millionaire (2008) berhasil memenangkan delapan Academy Awards, termasuk Best Picture, Best Director untuk Boyle, dan Best Adapted Screenplay untuk Beaufoy.
Walau begitu, 127 Hours adalah sebuah karya yang sama sekali berbeda dengan Slumdog Millionaire. Selain berlatar belakang tempat di dua belahan dunia yang sangat berbeda, dua film tersebut juga memiliki premis yang terdengar begitu bertolak belakang: Sang film pemenang Academy Awards mengisahkan tentang kisah fiktif seorang pemuda miskin India yang menggunakan sebuah acara kuis populer untuk menemukan kembali cintanya yang telah lama hilang, sementara film kedua yang menjadi karya kesembilan Danny Boyle sebagai seorang sutradara mengisahkan mengenai seorang petualang alam yang terjebak di tengah keliaran alam.
Namun, jika ingin ditelaah secara mendalam, kedua film ini menawarkan sebuah jiwa dan semangat yang sama. Kedua film ini sama-sama mengisahkan mengenai keoptimisan seorang anak manusia dalam menghadapi kehidupan yang keras untuk mencapai kebahagiaan jiwa mereka – dan hal tersebut dapat mereka raih setelah berhasil melalui sebuah penderitaan yang menempatkan mereka pada titik terendah di kehidupan mereka. Yang terlebih penting lagi, kedua film ini sama-sama berhasil memberikan sebuah pemikiran mendalam mengenai kehidupan: belajar dari kesalahan fatal yang telah diperbuat untuk kemudian memperbaikinya dan terus melanjutkan hidup.
Kisah Aron Ralston sendiri kemungkinan besar adalah salah satu kisah nyata mengenai kemampuan manusia untuk bertahan hidup yang paling menakjubkan yang pernah ada. Sebagai seorang pecinta alam, Ralston (James Franco) telah terbiasa untuk bertualang sendirian: sejenak menghilang dan melupakan adanya kehidupan lain untuk berbaur dengan indahnya alam liar. Namun pada 26 April 2003 hingga 127 jam berikutnya, Ralston harus berjuang untuk mempertahankan hidupnya setelah ia terjatuh dan terjepit pada sebuah lembah di Canyonlands National Park.
Selama ia terjebak, alam sepertinya memberikan waktu bagi Ralston untuk kembali mengevaluasi makna hidupnya sekaligus mengumpulkan segenap keberaniannya untuk terus bertahan hidup selama mungkin. Selama masa itu pula, bagaikan sebuah adegan film yang diputar ulang di hadapannya, Ralston kembali mengingat seluruh kejadian yang pernah ia alami bersama kedua orangtuanya (Treat Williams dan Kate Burton), adiknya Sonja (Lizzy Caplan) yang akan segera menikah dan seluruh anggota keluarganya, kekasihnya Rana (Clémence Poésy), serta dua orang gadis pecinta alam yang ia temui sebelum kecelakaan itu terjadi, Kristi (Kate Mara) dan Megan (Amber Tamblyn).
Walaupun memiliki karakter dan latar belakang tempat yang terbatas – bayangkan sebagai sebuah perpaduan dari Buried (2010) dan Into the Wild (2007) – tampilan visual alam yang indah dan seringkali dihadirkan dengan sudut pengambilan gambar yang cukup berani ditambah dengan naskah cerita yang sangat cerdas membuat 127 Hours tidak pernah hadir dengan suasana yang akan membuat bosan penontonnya. Kisah Aron Ralston yang dihadirkan oleh Boyle sendiri, harus diakui, mampu ditampilkan dengan tingkat intensitas yang sangat terjaga. Begitu terjaganya tingkat intensitas tersebut, kisah ini terkadang sangat menegangkan untuk disimak.
Di sisi lain, begitu menegangkannya 127 Hours, kisah ini tetap berhasil menyampaikan sisi drama film ini yang dihadirkan lewat berbagai memori Ralston. Begitu personal dan sangat mampu menyentuh. Kunci keberhasilan film ini – selain karena faktor-faktor lain yang dihasilkan Danny Boyle seperti yang digambarkan diatas – berada di tangan seorang James Franco yang memegang kendali penuh atas seluruh aliran emosi yang hadir selama film ini berjalan.
Sebagai karakter Aron Ralston, Franco berhasil tampil sebagai seorang karakter yang sangat mudah untuk disukai. Semangat Ralston untuk tetap bertahan hidup dan tidak mudah menyerah begitu terpancar dari setiap ekspresi yang dikeluarkan oleh Franco. Hal ini yang kemudian penonton secara perlahan akan jatuh hati pada karakter Ralston dan begitu mencurahkan perhatian pada dirinya.
Kesuksesan lain juga berhasil diraih oleh komposer A. R. Rahman — satu nama lagi yang kembali diajak Boyle untuk bekerjasama setelah keberhasilan Slumdog Millionaire. Seringkali, Rahman memasukkan sebuah musik pengiring yang sangat bertentangan dengan mood yang sedang dihadirkan pada sebuah adegan. Namun, entah mengapa musik pengiring tersebut kemudian secara perlahan berhasil memberikan dorongan mood yang diperlukan oleh adegan tersebut. Ini yang kemudian menjadikan musik Rahman menjadi salah satu bagian esensial yang sulit untuk dipisahkan dari 127 Hours.
127 Hours jelas merupakan sebuah karya yang berhasil menunjukkan bukti kecerdasan setiap orang yang terlibat di dalamnya, khususnya Danny Boyle dan James Franco. Boyle sangat beruntung memiliki Franco yang sangat mampu membawakan setiap emosi yang dihadirkan di dalam jalan cerita film ini dengan sangat baik. Sebuah pembuktian kalau Franco adalah salah satu aktor terbaik di generasinya.
Secara sederhana, 127 Hours dapat dimasukkan sebagai salah satu karya terbaik dari Boyle. Dengan susunan naskah yang sangat cerdas dari Boyle dan Simon Beaufoy, dibantu dengan visualisasi yang begitu indah dan mendalam serta iringan musik syahdu susunan A. R. Rahman, 127 Hours menjelma menjadi sebuah karya yang walaupun begitu sederhana, namun mampu menyentuh, inspiratif dan dengan tampilan yang begitu kuat.
Sumber
ff9d0556f5e2e0b7.jpg
127_hours_2010_1229x677_605773.jpg
127-%C3%B3ra.png
Pics_Art_1389798323734.jpg
banner4.gif

Download Film 127 Hours (2010) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)

Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam – 33 Menit – 41 Detik
Ukuran: 254 mb
SS:
127_Hours_2010_Blu_Ray_Rye_Movies_mp4_th
Download Single Link:
download-button.gif
UC: https://userscloud.com/6wsq8i9kypoy
TF: http://www.tusfiles.net/ozl0105hbsof
UF: http://sht.io/11tp
UI: http://sht.io/11tq
SF: http://sht.io/11tr
UP: http://upx.nz/9uKXjT
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-127h-2010.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,


Download Film 127 Hours (2010) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)

Resolusi: 500×288
Durasi: 1 Jam – 33 Menit – 41 Detik
Ukuran: 177 mb
SS:

Download Single Link:
download-button.gif
UC: https://userscloud.com/7dpqzgj088w4
TF: http://www.tusfiles.net/sejmgvwa1yd8
UF: http://sht.io/11tu
UI: http://sht.io/11tv
SF: http://sht.io/11u0
UP: http://upx.nz/dt01IP
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!
Subtitle: br-127h-2010.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *